toggle menu

Public Information

News

Indonesia Eximbank news and announcements.

18 Jun 2021

LPEI jalin Kerja Sama Jaminah dengan Shinhan Bank Indonesia

Jakarta, 18 Juni 2021 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali bersinergi dengan perbankan untuk terlibat dalam program penjaminan kredit modal kerja bagi pelaku usaha korporasi guna mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

LPEI menandatangani kerja sama dengan PT Bank Shinhan Indonesia (Shinhan Bank Indonesia) dalam rangka pelaksanaan Program Penjaminan Kredit Pemerintah (Jaminah). Perjanjian Kerja sama Jaminah ditandatangani oleh Direktur Pelaksana I, Dikdik Yustandi dan Direktur Pelaksana III, Agus Windiarto dari LPEI serta, dari Pihak Shinhan Bank Indonesia adalah Direktur Utama, Hwang Dae Geu. Penandatanganan ini dilakukan di Kantor Pusat LPEI dan disaksikan juga oleh Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas dan segenap manajemen Shinhan Bank Indonesia.

Direktur Pelaksana III yang juga merangkap sebagai Corporate Secretary, Agus Windiarto menyampaikan, kerjasama LPEI dengan Shinhan Bank Indonesia menjadi bukti bahwa program PEN pemerintah di segmen korporasi, dimana LPEI bertindak sebagai penjamin kredit, direspon positif oleh perbankan asing dan nasional.

Dengan skema penjaminan kredit, pelaku usaha yang terdampak Covid-19, diharapkan dapat memperoleh tambahan modal kerja dari perbankan sehingga dapat kembali memulai aktivitas normal.

“Kerja sama LPEI dengan Shinhan Bank merupakan sinergi antara LPEI dan perbankan untuk memberikan tambahan modal kerja kepada segmen korporasi padat karya dalam rangka membantu memulihkan ekonomi nasional. Sampai saat ini responsnya cukup positif, dan tercatat sudah lebih dari 20 Bank yang menjalin kerja sama dengan kami dan kami juga mengajak perbankan lain untuk mengikuti program Jaminah.”

Melalui skema penjaminan jaminah, kinerja sektor perbankan juga akan terjaga. Di sisi lain, sektor ekonomi riil, dalam hal ini para pengusaha dan eksportir, terutama yang memiliki karyawan dalam jumlah banyak, akan tetap beroperasi karena tetap mendapat dukungan pendanaan dari perbankan.

Pelaku usaha yang menjadi sasaran program ini adalah korporasi yang terdampak Covid-19 yang berorientasi ekspor yaitu menghasilkan/menghemat devisa dan meningkatkan kapasitas produksi nasional atau perusahaan padat karya sesuai PMK 16/2020 (minimal 300 karyawan) yang termasuk dalam kategori Non BUMN dan Non UMKM. Salah satu kriteria korporasi penerima program ini adalah nasabah eksisting Bank Pemberi Kredit yang memerlukan tambahan Modal Kerja dengan nilai sebesar Rp 10 miliar – Rp 1 triliun. Penjaminan juga dilakukan oleh Special Mission Vehicle lainnya yaitu PT Penjaminan Infrastruktru Indonesia untuk yang non-ekspor.

Selain penugasan Jaminah, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, penjaminan kredit yang diberikan LPEI kepada bank memiliki pembobotan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar nol persen. Ketentuan lainnya, aset yang dijamin berkualitas lancar dan dikecualikan dari perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Dengan begitu, bank yang menyalurkan kredit ekspor, jika dijamin oleh LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit.

Narahubung Media

Agus Windiarto

Corporate Secretary – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Ph. : (021)39503600

Email : corpsec@indonesiaeximbank.go.id

Web : http://www.indonesiaeximbank.go.id