toggle menu

Sahabat Exporters

Sahabat Eksportir

LPEI Sahabat Eksportir

CPNE  |  12 Feb 2018

Sosialisasi & Pelatihan “How To Start Export” Bagi Pelaku UKME Dalam Rangka Persiapan Digital Handholding Program Tahun 2018

Medan, 12-13 Februari 2018 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank bersinergi dengan Bank Indonesia serta Universitas Sumatera Utara yang bernaung pada UNIED (University Network for Indonesia Export Development) mengadakan acara Sosialisasi dan Pelatihan “How To Start Export” Bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah berorientasi Ekspor (UKME) Dalam Rangka Persiapan Program Digital Handholding tahun 2018.

Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan beberapa bentuk kegiatan seperti pelatihan dan bimbingan, pendidikan, pameran dan pendampingan selama periode tertentu hingga pelaku UKME mampu menjadi eksportir baru. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat (community empowering) khususnya komunitas pelaku UKME di Sumatera utara seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan keluarga, pembangunan masyarakat melalui optimalisasi potensi khas daerah Sumatera Utara.

Sosialisasi dan Pelatihan ini diselenggaraan di Grand Inna Hotel Kota Medan Sumatera Utara yang dikuti oleh 140 pelaku UKME yang berasal dari UKME binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, UKME binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, UKME binaan Bank Indonesia Sumatera Utara, UKME binaan Universitas Sumatera Utara , UKME anggota KADINDA Sumatera Utara,dan beberapa asosiasi yang berada di Sumatera Utara yaitu : Asosiasi Produsen dan Handicraft Indonesia (ASEPHI), Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Asosisai Profesi Ekspor dan Impor Indonesia, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Pelatihan dibuka oleh Kepala Divisi IEB Institute Indonesia Eximbank, yang memaparkan secara singkat peran dan fungsi Indonesia Eximbank serta secara khusus menyampaikan program Jasa Konsultasi sebagai bagian dari tugas peningkatan ekspor nasional dan mengatasi hambatan ekspor. Selanjutnya sebelum melaksanakan pelatihan peserta dibimbing secara khusus mengisi formulir exim starter dan memasukan data formulir tersebut ke dalam aplikasi Exim Starter melalui handphone masing masing peserta, sebagai database UKME agar dapat memilih UKME readiness.

Narasumber pertama adalah berasal dari Technopreneurship Universitas Sumatera Utara yaitu Bapak Buchari SE, Msi, beliau menyampaikan materi dengan tema UKME Berinovasi Naik Kelas. Dalam materinya, Bapak Buchari banyak menyampaikan berbagai macam karakter UKME dan tingkatannya, beliau juga mengukur kategori UKME yang siap untuk bertarung di pasar global dengan kuisiner yang dibagikan kepada seluruh peserta pelatihan.

Selanjutnya, materi “How To Start Export” disampaikan oleh praktisi dan pengajar Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Bapak Nursyamsu Mahyudin. Peserta diberikan pemahaman bahwa ekspor itu mudah dan hampir sama dengan melakukan aktivitas penjualan di dalam negeri, yang membedakan adalah kepabeanan. Bapak Nursyamsu memberikan 10 tips langkah memulai bisnis ekspor yaitu : 1, tetapkan produk andalan dan pilih Negara tujuan ekspor; 2, siapkan perlengkapan tempur seperti brosur, katalog, spesifikasi produk dan menghitung biaya kenegara tujuan ekspor; 3, memiliki website; 4, daftarkan webstie UKME pada portal bisnis internasional; 5, SEO (search engine optimaton) web UKME; 6, Siapkan di computer model-model surat; 7, siapkan sample produk; 8, memanfaatkan lembaga atau instansi yang relevan; 9, ikuti pameran dagang dalam negeri dan luar negeri; 10, di depan computer minimal 2 jam/ hari.

Hari kedua pelatihan, peserta pelatihan belajar  tentang Indonesia UKME Goes Digital dan teori serta praktek penggunaan social media sebagai digital marketing yang disampaikan Bapak Tulus Danardono dan Ibu Meis Musida. Topik yang disampaikan adalah pengenalan e-commerce dan peran LPEI di Dunia Digital, pengenalan global e-commerce, pemakaian social media untuk bisnis, brand image dan portfolio dan packaging, serta pengisian kuisoner untuk kesiapan masuk ke global e-commerce.

Dari peserta yang mengikuti pelatihan yang hadir, terseleksi sementera untuk mengikuti UKME readiness sebanyak 24 UKME diantaranya 10 UKME bidang usaha handycraft, 9 UKME bidang garment, dan 5 UKME bidang lainnya. Selanjutnya 24 UKME tersebut akan mengikuti tahapan selanjut dalam program digital handholding.