toggle menu

Sahabat Exporters

Sahabat Eksportir

LPEI Sahabat Eksportir

Capacity Building  |  27 Feb 2018

Sinergi LPEI Dalam Meningkatkan Kapasitas UKM Berorientasi Ekspor

Surabaya, 27 Februari 2018 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank adalah Lembaga Keuangan khusus milik Pemerintah RI yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, yang mendapatkan mandat untuk meningkatkan kinerja ekspor, memberdayakan UKM Ekspor dan melaksanakan Penugasan Khusus dari Pemerintah, melalui Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi, serta memberikan Bimbingan dan Jasa Konsultasi kepada UKM berorientasi Ekspor (UKME) dan Koperasi.

Komitmen Indonesia Eximbank Mendukung Pelaku UKM berorientasi Ekspor (UKME)

Indonesia Eximbank berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UKME melalui Fasilitas Pembiayaan Ekspor yaitu dalam bentuk pemberian Kredit Modal Kerja Ekspor dan Kredit Investasi Ekspor. Keberpihakan ini direalisasikan melalui pembiayaan pada segmen UKME yang tumbuh mencapai 22,76% di sepanjang tahun 2017.

Dukungan lain yang diberikan kepada pelaku UKME adalah berupa pemberian Bimbingan dan Jasa Konsultasi melalui pelaksanaan program berkelanjutan yang merupakan rangkaian dari beberapa bentuk kegiatan seperti pelatihan, pendidikan, pameran dan pendampingan teknis selama periode tertentu hingga pelaku UKME mampu menjadi eksportir baru. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat (community empowering) khususnya komunitas petani dan wanita di suatu daerah seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan keluarga, pembangunan masyarakat melalui optimalisasi potensi khas daerah.

Dari tahun 2015 hingga 2017 Indonesia Eximbank telah memberikan pendampingan kepada 330 UKME dari berbagai kota yang tersebar di Jawa dan Bali. Beberapa produk yang telah diekspor diantaranya adalah kapuk, sapu, serabut kelapa, furniture, handicraft, tepung cassava, arang bricket, dan ikan lele beku dengan tujuan negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Yordania.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan pemanfaatan teknologi digital, di tahun 2018 ini  pendampingan kepada UKME akan difokuskan kepada kesiapan dan optimalisasi pelaku usaha dalam memanfaatkan   Global E-Commerce sebagai alternatif akses pemasaran global yang efisien dan efektif yaitu melalui pelaksanaan Digital Handholding Program kepada UKME.

Sinergi Indonesia Eximbank Dengan Kementerian dan Lembaga Terkait

Dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses Ekspor Bagi IKM (Industri Kecil dan Menengah) “Pengoptimalan Pemanfaatan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) IKM dan Persiapan Digital Handholding Program” di Surabaya Jawa Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 27 dan 28 Februari 2018, Indonesia Eximbank bersinergi dan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian RI, Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI dan Bank Indonesia serta University Network for Indonesia Export Development (UNIED) yang diwakili oleh Universitas Airlangga (UNAIR)

Sinergi antar Kementerian dan Lembaga terkait diharapkan dapat menjadi suatu langkah yang sangat baik, guna mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk bersama-sama ikut berperan nyata dalam mendukung peningkatan ekspor nasional yang berkesinambungan.