toggle menu

Public Information

Siaran Pers

LPEI Press Release

07 Feb 2017

Investor Gathering 2017 - Investasi dalam Membangun Negeri Melalui Pembiayaan Ekspor Nasional

Jakarta, 7 Februari 2017 – Dalam rangka memperkuat hubungan dan sinergi antara LPEI dengan para pemangku kepentingan baik shareholder, regulator dan investor untuk mendukung kebutuhan pendanaan bagi penyaluran Pembiayaan ekspor, LPEI menyelenggarakan acara Investor Gathering yang bertempat di The Ritz Carlton Hotel, SCBD – Jakarta. Acara dikemas dalam bentuk diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber dengan mengambil tema besar “Investasi Membangun Negeri Melalui Pembiayaan Ekspor Nasional”.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank adalah lembaga yang secara khusus dibentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Sebagai agen Pemerintah, LPEI didirikan dengan tujuan untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi. LPEI juga dapat melakukan pembiayaan atas penugasan khusus dari Pemerintah (National Interest Account – NIA). LPEI beroperasi secara independen, berdasarkan undang-undang tersendiri (lex specialist) dan memiliki sifat sovereign status. Status ini membawa arti kewajiban Pemerintah untuk menjaga kecukupan modal LPEI sebagaimana diatur dalam undang-undangnya.

Dalam 7 tahun pertamanya, LPEI mampu mencatat kinerja yang solid, dimana selama 2009 – 2016, pertumbuhan Aset rata-rata 37,22% per tahun dan pertumbuhan Pembiayaan 42,23% per tahun. Posisi tahun 2016, total Aset mencapai 99,01 triliun[1], naik 16,51% dari tahun 2015 (Rp84,97 triliun[2]), sementara itu Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp88,48 triliun[3], naik 18,2% dari tahun 2015 (Rp74,83 triliun[4]). Penyaluran Pembiayaan diperkirakan terus meningkat pada tahun 2017 mencapai Rp102,6 triliun, dengan kisaran 10% dari total Pembiayaan disalurkan untuk sektor UKM berorientasi ekspor. Bentuk dukungan kepada eksportir juga diberikan dalam bentuk Penjaminan dan Asuransi Ekspor, dimana pada tahun 2016 masing-masing mencapai outstanding Rp8,13 triliun1 dan Rp9,43 tiliun1. Pada tahun 2017, keduanya diperkirakan naik 7,9% menjadi Rp18,9 triliun.

Proyeksi kinerja pada tahun 2017 akan diprioritaskan pada penyaluran ke komoditas unggulan Pemerintah, penetrasi pasar ekspor non-traditional, pengembangan UKM ekspor bersinergi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, dan pembiayaan atas penugasan khusus dari Pemerintah (NIA).

Dalam mendukung peran strategisnya khususnya penyediaan pembiayaan ekspor, LPEI membutuhkan dukungan sumber pendanaan. Berdasarkan UU LPEI, LPEI dapat memperoleh pendanaan melalui penerbitan surat berharga, pinjaman, termasuk pinjaman dari pemerintah, hibah dan penempatan dana oleh Bank Indonesia. Sumber pendanaan Rupiah dan valas LPEI tahun 2016, mencapai total outstanding senilai ekuivalen Rp 78,4 Triliun yang terdiri dari obligasi yang diterbitkan sebesar ekuivalen Rp 39,9 triliun dan pinjaman yang diterima senilai ekuivalen Rp 38,5 triliun. Obligasi yang diterbitkan ini terdiri dari Rp 32,67 triliun untuk surat berharga rupiah (merupakan emiten tertinggi di Indonesia atau ±11% dari total outstanding obligasi korporasi) dan Rp7,20 triliun untuk surat berharga Valas. Untuk mendukung penyaluran pembiayaan ekspor ditahun 2017, LPEI berencana akan menerbitkan surat berharga sebesar Rp 14 triliun dalam bentuk Rupiah dan eqv USD 500 juta dalam bentuk valuta asing disamping perolehan pinjaman valas maupun Rupiah.

Secara makro ekonomi, Indonesia menunjukan kondisi perekonomian yang relatif kuat ditengah dinamika ekonomi global yang cenderung melambat. Faktor pendukung penguatan pertumbuhan ekonomi antara lain kembali naiknya harga-harga komoditas serta reformasi iklim investasi yang berjalan cepat.  Persepsi analisa lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia juga memberikan penilaian positif. Peningkatan rating investasi menjadi penting bagi Indonesia, mempertimbangkan 3 (tiga) aspek yaitu (i)   pengakuan akan sejumlah kemajuan yang ada di Indonesia, (ii) dorongan bagi investor untuk berinvestasi melalui penanaman modal asing ataupun portofolio, dan (iii) pengurangan premi risiko yang akan berdampak kepada efisiensi biaya pendanaan. Perbaikan rating Indonesia ini tentunya akan mempengaruhi korporasi dan sektor keuangan lainnya, khususnya lembaga quasi sovereign seperti LPEI.

Dengan peran, kinerja dan prospek bisnis LPEI yang positif ke depan dan tentunya sejalan dengan perkiraan perbaikan ekonomi global dan membaiknya iklim usaha dan investasi di Indonesia, serta komitmen Pemerintah dalam mendorong kinerja ekspor nasional, LPEI menjadi salah satu destinasi pilihan untuk berinvestasi yang tepat. Dengan nilai total Rp20,5 triliun menjadi peluang bagi investor di dalam dan luar negeri untuk turut berinvestasi pada surat berharga yang akan diterbitkan oleh LPEI pada tahun 2017. Investor tidak hanya memperoleh keuntungan atas penempatan investasinya namun juga ikut berperan dalam mendorong peningkatan ekspor nasional. Dukungan regulator dan otoritas juga semakin penting agar perolehan pendanaan yang dibutuhkan lebih efisien.

Investor Gathering ini mengundang lebih dari 330 pemangku kepentingan Indonesia Eximbank diantaranya dari Kementerian Keuangan, Kementerian/ Lembaga terkait (Kementerian: Perdagangan, Perindustrian, Luar Negeri, Koperasi dan UKM, Kelautan dan Perikanan, Pertahanan, dan Kemenko Perekonomian), Perbankan, Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Manajemen Aset dan Investasi, Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, BPJS dan Lembaga Keuangan Non-Bank lainnya.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI dalam Keynote Speech nya menyampaikan dukungan pemerintah terhadap Indonesia Eximbank untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam memperkuat struktur pendanaan dan mengharapkan kontribusi aktif pelaku pasar baik sebagai kreditur maupun investor untuk senantiasa mendukung kebutuhan pendanaan Indonesia Eximbank sehingga dapat meningkatkan kinerjanya dalam pembiayaan ekspor yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian nasional.

Tidak kalah penting, Chatib Basri, Ekonom yang merupakan Mantan Menteri Keuangan, menjadi salah satu pembicara utama yang mengupas “Economic Outlook dan Ekspor Indonesia Tahun 2017”. Arif Budi Susilo, Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia menjadi moderator diskusi panel.

Narasumber yang berkontribusi dalam diskusi panel adalah: 1) Sonny Loho, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, berbicara dalam perspektif selaku perwakilan shareholder Kementerian Keuangan tentang peran ”Indonesia Eximbank sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Indonesia”; 2) Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non – Bank OJK yang mengupas “Dukungan OJK sebagai regulator atas program investasi di Indonesia Eximbank untuk mengembangkan ekspor nasional”; 3) Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) sebagai salah satu bond holder Rupiah terbesar Indonesia Eximbank menyampaikan “Pandangan BPJSTK atas investasi melalui Indonesia Eximbank untuk mendukung program nasional”; 4) Raharjo Adisusanto, Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank, sebagai narasumber penutup akan menyampaikan materi “Partisipasi dalam mendukung pembiayaan ekspor nasional melalui investasi di Indonesia Eximbank”.

Sebagai tuan rumah pelaksanaan Investor Gathering 2017, Susiwijono Moegiarso, Plt. Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan komitmen Indonesia Eximbank untuk memberikan dukungan penuh kepada sektor berorientasi ekspor. Dukungan perbaikan fundamental ekonomi dan berbagai kebijakan ekonomi dari pemerintah, diharapkan juga dapat mengoptimalkan peran Indonesia Eximbank sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan ekspor nasional, melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi. Tak lupa Susiwijono juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Kreditur dan Investor LPEI, atas dukungan yang berkelanjutan terhadap Indonesia Eximbank.

Investor Gathering yang diharapkan akan dapat diselenggarakan setiap tahun ini, menjadi suatu langkah awal yang sangat baik, guna mengajak seluruh pelaku usaha, kreditur dan investor, untuk ikut berperan nyata dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional yang berkesinambungan.

Materi pembicara dapat diunduh dengan mengklik link pada agenda

 

Agenda

Pembicara

Opening Speech

Bpk. Raharjo Adisusanto

Direktur Pelaksana III, Indonesia Eximbank

Welcoming Speech

Bpk. Susiwijono Moegiarso

Plt. Direktur Eksekutif, Indonesia Eximbank

Keynote Speech

Ibu Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Republik Indonesia

Diskusi Panel

 

Moderator

Bpk. Arif Budisusilo

Direktur Pemberitaan, Bisnis Indonesia

Topik: Economic Outlook dan Ekspor Indonesia Tahun 2017

Bpk. M. Chatib Basri

Ekonom

Topik: Indonesia Eximbank sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Indonesia

Bpk. Sonny Loho

Direktur Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI

Topik: Dukungan OJK sebagai regulator atas program investasi di Indonesia Eximbank untuk mengembangkan ekspor nasional

Bpk. DR. Firdaus Djaelani, MA

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non – Bank, Otoritas Jasa Keuangan

Topik: Pandangan BPJSTK atas investasi melalui Indonesia Eximbank untuk mendukung program nasional

Bpk. Agus Susanto

Direktur Utama, BPJS Ketenagakerjaan

Topik: Partisipasi dalam mendukung pembiayaan ekspor nasional melalui investasi di Indonesia Eximbank

Bpk. Raharjo Adisusanto

Direktur Pelaksana III, Indonesia Eximbank

 

 
[1]Data dari Laporan Keuangan Des 2016 (Unaudited)

[2]Data dari Laporan Keuangan Des 2015 (Audited)

[3]Data dari Laporan Keuangan Des 2016 (Unaudited)

[4]Data dari Laporan Keuangan Des 2015 (Audited)