toggle menu

Public Information

News

LPEI News

18 Sep 2018

LPEI dukung UKM berorientasi Ekspor

Denpasar, 18 September 2018 – Berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2009 Pemerintah mendirikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank yang bergerak di bidang Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi. LPEI bertugas untuk menyelenggarakan Program Ekspor Nasional. Prioritas pembiayaan LPEI adalah mempertahankan kemampuan industri padat karya, menumbuhkan multiplier effects ekonomi rakyat, dan mengembangkan chanelling produk Indonesia di pasar ekspor. Kinerja LPEI per September 2018 pencapaian asset sebesar Rp119,74 triliun dan aspek pembiayaan ekspor mencapai Rp.108,5 triliun atau tumbuh 9,4% (yoy) penjaminan Rp.11,3 triliun tumbuh 17 persen dan asuransi Rp.12,4 triliun yang berarti tumbuh 18,6 persen.

Hingga 2018 LPEI memiliki empat kantor wilayah di Medan, Surabaya, Surakarta, dan Makassar. LPEI juga memiliki tiga kantor pemasaran di Batam, Balikpapan, dan Denpasar. Salah satu pencapaian LPEI adalah di wilayah Surabaya yang juga meliputi kantor pemasaran Denpasar. Outstanding LPEI dalam hal pembiayaan ekspor di wilayah ini per September 2018 mencapai Rp.3,25 triliun. Angka ini untuk membiayai 66 debitur UKM berorientasi ekspor yang bergerak di sektor industri perikanan, pengolahan dan perdagangan kayu, pengolahan hasil tambang, dan komponen otomotif. UKM debitur LPEI menyerap lebih dari 17 ribu tenaga kerja, enam ribu diantaranya adalah pekerja perempuan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam kunjungan kerja di Denpasar menyempatkan untuk melihat kinerja pembiayaan ekspor melalui UKM debitur LPEI. Menkeu dalam kesempatan ini mendengarkan testimoni dua pelaku UKM Ekspor yaitu  CV. La Chidehafu dan PT Bali Tangi. Menteri Keuangan berpesan agar LPEI untuk turut membantu Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional sesuai dengan tugas dan fungsi LPEI yang diamanatkan dalam UU No.2/2009.  

Kedepannya ujar Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly, LPEI akan terus membantu Pemerintah dalam menyalurkan Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi kepada pelaku UKM ekspor untuk mendorong peningkatan ekspor nasional, meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar global serta memberikan bimbingan dan jasa konsultasi kepada usaha mikro,  kecil, menengah dan koperasi guna meningkatkan kompetensi ekspor.

CV La Chidehafu merupakan produsen kerajinan garmen dan kulit, antara lain pakaian, dompet, clutch, sepatu, dan tas. Perusahaan ini menggunakan pembiayaan yang diberikan LPEI ungtuk memperkuat permodalan sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksinya. Peningkatan tersebut berkorelasi positif pada pertumbuhan nilai ekspor perusahaan. Setelah memperoleh pembiayaan LPEI di awal 2017, pada akhir 2017 nilai ekspor perusahaan ini meningkat 14,2 persen dibandingkan 2016. Negara tujuan ekspor perusahaan antara lain Jepang, Korea, Turki, Inggris, Singapura, dan Italia.

Sejalan dengan peningkatan kinerjanya, CV. La Chidehafu turut menggerakkan perekonomian rakyat di Denpasar, Banyuwangi dan Ponorogo dengan memberdayakan pengrajin kulit setempat. Termasuk juga memberikan kesempatan bekerja kepada difabel. Perusahaan juga memberikan pelatihan dan bantuan alat produksi seperti mesin jahit. Produk- hasil karya warga secara rutin dibeli oleh perusahaan. Konsepnya keluarga mitra perusahaan dapat menghasilkan pemasukan tambahan tanpa meninggalkan pekerjaan awalnya seperti bertani, berkebun atau berternak.

PT. Bali Tangi – perusahaan penghasil produk perawatan kecantikan yang menggunakan bahan alam organik yang merupakan salah satu perusahaan rintisan ekspor LPEI. Fasilitas yang diberikan LPEI sejak tahun 2017 mampu meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari 15%d dibandingkan tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor perusahaan antara lain Australia, Maladewa Belanda dan Rusia. Seperti CV. La Chidehafu, perusahaan ini juga memberikan kesempatan bekerja kepada difabel dan mayoritas pekerja merupakan kaum wanita yang berasal dari ibu rumah tangga yang berada disekitar lokasi usaha. Hal ini berdampak kepada peningkatan taraf hidup keluarga dikarenakan adanya tambahan pendapatan dari PT. Bali Tangi.

Fungsi lain yang diamanahkan dalam Undang-undang No.2 Tahun 2009 kepada LPEI, selain Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi, adalah turut memberikan bimbingan dan jasa konsultasi kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi guna meningkatkan kompetensi ekspor. Untuk itu, LPEI secara periodik menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pendampingan di bidang produksi, keuangan, pemasaran, dan manajerial yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha secara gratis.