toggle menu

Public Information

Berita

LPEI News

31 May 2018

LPEI Biayai Ekspor Pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal dan Senegal

Jakarta, 31 Mei 2018 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menerima Penugasan Khusus dari Pemerintah melalui Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017 untuk menyediakan fasilitas pembiayaan atas program ekspor pesawat terbang. Dalam rangka penetrasi dan pengembangan ekspor ke negara tujuan ekspor baru, serta untuk melaksanakan mandat Penugasan Khusus kepada LPEI, telah dilakukan penandatanganan  pembiayaan kepada PT. Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan nilai sebesar Rp 354 miliar pada tanggal 31 Mei 2018 yang dilaksanakan di Jakarta.

Penetrasi dan pengembangan ekspor ke Negara Non-traditional Market

Telah diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017, yang memberikan mandat kepada LPEI untuk menyalurkan fasilitas kepada badan usaha yang memiliki kemampuan dan kapasitas dalam memproduksi pesawat udara (PT. Dirgantara Indonesia), untuk melakukan ekspor produk pesawat udara ke negara tujuan Thailand, Nepal, Uni Emirat Arab, dan negara-negara di kawasan Afrika yang tidak diembargo Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahap pertama, fasilitas pembiayaan diberikan dalam bentuk modal kerja untuk mendukung ekspor pesawat terbang ke Nepal dan Senegal.

Ekspor pesawat udara ke Nepal dilatarbelakangi oleh adanya permintaan dari negara tersebut untuk menyediakan pesawat yang sesuai dengan kondisi geografisnya. Kawasan Nepal sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 2.565 km terhadap permukaan laut. Sehingga transportasi udara yang sesuai dengan kontur Nepal adalah pesawat yang dapat dioperasikan pada landasan pacu yang relatif pendek.

Demikian juga halnya dengan Senegal. Negara yang terletak di kawasan Afrika Barat tersebut membutuhkan pesawat terbang yang dapat berfungsi sebagai Maritime Patrol Aircraft (MPA). Hal ini dikarenakan kondisi politik di kawasan tersebut masih rentan terjadi gesekan dan pemberontakan. Secara geografis, Senegal memiliki garis pantai dengan panjang mencapai 531 KM dan wilayah laut sekitar 4.192 km persegi.

Dalam rangka melaksanakan mandat Penugasan Khusus yang diberikan Pemerintah tersebut, LPEI memberikan pembiayaan modal kerja kepada PT. Dirgantara Indonesia (PT DI) senilai Rp354 miliar untuk jangka waktu 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian pembiayaan. Penandatanganan pembiayaan modal kerja untuk program ekspor pesawat udara ini dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 2018.

Proyek ekspor pesawat terbang ke Nepal dan Senegal memiliki nilai strategis bagi PT. DI karena supply record- export order dan kepuasan pelanggan luar negeri  menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional. Proyek ini juga merupakan pilot project yang efektif untuk memasuki pasar negara Asia Selatan dan Kawasan Afrika.

Selain itu, dampak multiplier bagi ekonomi nasional tidak hanya terbatas pada PT. DI tetapi juga pada industri penunjang lainnya di dalam negeri yang ikut berperan dalam memasok kebutuhan untuk industri pesawat terbang, antara lain bidang usaha machining for landing gear, tube forming, polyurethane, heat treatment, thermo forming of acrylic, tool and jig, dan puluhan industri lainnya.

Penugasan Khusus kepada LPEI merupakan Bentuk Dukungan Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank merupakan lembaga yang diberikan mandat oleh Pemerintah untuk memberikan penyediaan pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor dalam rangka mendukung program ekspor nasional (Undang-undang No.2/2009).

Melalui regulasi Peraturan Menteri Keuangan No.198/PMK.08/2017, LPEI mendapatkan penugasan khusus/National Interest Account (NIA) dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan,tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah. Tindak lanjut atas peraturan ini, Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017 tentang penugasan khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk menyediakan pembiayaan ekspor ekspor pesawat terbang.