toggle menu

Public Information

Berita

LPEI News

28 Oct 2017

Genap Sewindu, Indonesia Eximbank komitmen untuk Pertebal Pembiayaan Ekspor

Genap berusia delapan tahun, Indonesia Eximbank merayakannya dengan memberian wadah bagi para Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berorientasi ekspor untuk mendapatkan pengetahuan pada sebuah lokakarya. Lokakarya yang digelar oleh Indonesia Eximbank ini melibatkan lebih dari 300 UKM Ekspor yang tersebar di sekitar wilayah Semarang dan Jawa Tengah. Kemudian UKM yang berorientasi Ekspor ini dipertemukan dengan instansi terkait dengan perdagangan luar negeri seperti DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), DJPEN (Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional), dan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Lokakarya ini digelar di Crystal Ballroom Lantai 2, Aston Semarang Hotel & Convention Center, Semarang.

Direktur Pelaksana II Indonesia Eximbank yang membawahi Pembiayaan UKM Ekspor, Indra Wijaya Supriadi menjelaskan bahwa Lokakarya ini dilaksanakan dikarenakan pengetahuan tentang mekanisme dan aturan ekspor masih menjadi salah satu permasalahan utama bagi UKM untuk bisa melakukan ekspor.

Sementara masih dalam rangkaian perayaan ulang tahun ini, malam harinya  ditempat yang sama Indonesia Eximbank memberikan apresiasi kepada para stakeholdersnya. Setidaknya ada beberapa 15 kategori terkait dengan pembiayaan dan pendanaan ekspor dalam pengharagaan yang diberikan Indonesia Eximbank.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir dalam acara ini juga meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk memperbesar porsi pembiayaan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berorientasi ekspor..


"Perbanyak porsi UKM. Sekarang 12 persen, saya minta harus lebih tinggi lagi," ujar Sri Mulyani dalam acara Peringatan Sewindu Indonesia Eximbank di Semarang, Sabtu (28/10) malam.

Per September 2017, pembiayaan yang sudah disalurkan LPEI mencapai Rp98,83 triliun. Dari total tersebut, sebanyak Rp12,01 triliun atau 12,12 persen untuk pembiayaan Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME). 

"Penekanan ke UKM harus lebih banyak. Memang itu tidak mudah dan butuh effort," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Peningkatan porsi pembiayaan UKM itu merupakan salah satu catatan yang diberikan oleh Sri Mulyani kendati ia juga mengapresiasi capaian yang diraih LPEI sejak didirikan delapan tahun yang lalu.

Pada 2009, aset LPEI hanya Rp11,16 triliun. Per September 2017, aset LPEI telah mencapai Rp108,67 triliun atau tumbuh hampir 10 kali lipat. Pembiayaan LPEI pada 2009 hanya Rp9 triliun kini menjadi Rp97 triliun.

Dari sisi penjaminan, dari Rp300 miliar pada 2009 menjadi Rp8,4 triliiun. Sedangkan asuransi, dari tidak ada kini sudah mencapai Rp10 triliun.

"Sudah delapan tahun, apa evaluasi kita. Kalau kita bangga-banggakan volume, pembiayaan, itu satu hal. Saya ingin LPEI semakin fokus dan punya ambisi yang jelas," ujar Sri Mulyani.

Perempuan yang akrab dipanggil Ani itu juga meminta LPEI tidak hanya melakukan diversifikasi produk, namun juga diversifikasi pelaku usaha yang akan diberikan pembiayaan. Selain itu, ia juga meminta LPEI juga harus memiliki pusat kajian kebijakan.

"LPEI harus punya pusat policy research. Jadi ada yang bagian mikirin, tidak hanya terima muntahan bola atau konsumen," ujar Sri Mulyani

Kunjungan ke PT DPUM, Tbk

Untuk mengoptimalkan potensi ekspor sektor perikanan di Jawa Tengah, Indonesia Eximbank bersama Perwakilan Kementerian Keuangan Sri Mulyani berkunjung menemui nelayan dan pelaku usaha di Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/10).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengakatan bahwa Indonesia Eximbank terus berkomitmen dalam melaksanakan fungsinya dalam mendorong ekspor nasional. Indonesia Eximbank memberikan Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengakatan bahwa Indonesia Eximbank terus berkomitmen dalam melaksanakan fungsinya dalam mendorong ekspor nasional.